IMG-LOGO

Tren E-Commerce Indonesia


softwareseni.co.id, Kemajuan teknologi telah mengubah cara kita untuk beraktivitas. Salah satunya adalah cara kita berbelanja. Keberadaan internet membuat kita tidak perlu lagi datang langsung ke pasar untuk mendapatkan barang-barang yang kita inginkan. Cukup buka aplikasi e-commerce, maka semua produk yang Anda butuhkan bisa dibeli. Pandemi yang berlangsung beberapa bulan terakhir bahkan membuat bisnis e-commerce Indonesia maju pesat dengan tingkat transaksi yang terus meningkat. Begitu juga dengan tren e-commerce Indonesia yang semakin cepat berubah. E-commerce sendiri merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut semua aktivitas jual beli yang dilakukan lewat perangkat elektronik. Meskipun televisi, radio, dan telepon termasuk perangkat elektronik juga, istilah e-commerce saat ini lebih lekat dengan internet yang menjadi perantara. Meskipun saat ini Anda bisa menemukan aplikasi e-commerce yang sudah ada, bukan hal mustahil untuk membuat aplikasi sendiri. Dengan dukungan tim andal dalam software development maupun website development, siapa pun bisa menciptakan e-commerce mereka sendiri.

Gambaran Pasar E-Commerce di Indonesia Saat Ini

E-commerce Indonesia terbilang memiliki tingkat pertumbuhan yang signifikan. Dilansir oleh Katadata, Merchant Machine (sebuah lembaga riset asal Inggris) menyebut bahwa Indonesia masuk peringkat 10 besar negara dunia dengan pertumbuhan e-commerce tertinggi. Pada 2018 lalu, Indonesia mencatatkan pertumbuhan hingga 785. Salah satu alasannya adalah makin meningkatnya penetrasi internet di tanah air. Menurut riset tersebut, orang Indonesia rata-rata menghabiskan sekitar Rp3,19 juta per orang untuk berbelanja secara online. Beberapa produk yang banyak dipilih adalah tiket pesawat dan pemesanan hotel. Produk populer lain yang banyak dibeli oleh masyarakat Indonesia adalah pakaian, alas kaki, produk kesehatan, dan produk kecantikan. Di bawah Indonesia, ada Meksiko yang memiliki tingkat pertumbuhan sebanyak 59%. Lalu, disusul oleh Filipina di posisi ketiga dengan tingkat pertumbuhan 51%. Dilansir dari Sirclo, Indonesia merupakan pasar e-commerce terbesar saat ini di Asia Tenggara. Berdasarkan data dari WeareSocial dan Hootsuite, sebanyak 90% dari total pengguna internet di tanah air pernah berbelanja melalui internet. Saking tingginya aktivitas belanja online di e-commerce Indonesia, kapitalisasi pasarnya pada 2019 lalu mencapai Rp294 triliun. Nilai ini menurut McKinsey akan terus mengalami kenaikan hingga mencapai $40 miliar pada 2 tahun mendatang. Apa saja yang menyebabkan pasar e-commerce Indonesia bisa tumbuh dengan sangat agresif seperti ini?


• Pertumbuhan masyarakat kelas menengah yang tinggi. Masyarakat kelas menengah di tanah air tumbuh dengan sangat signifikan. Sebesar 21% dari total populasi penduduk Indonesia tahun 2019 merupakan penduduk kelas menengah. Pertumbuhan ini juga tampak pada makin tingginya pengeluaran untuk barang konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat secara online. Terjadi kenaikan hingga 23% pada tahun 2018 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
• Penetrasi internet yang makin tinggi. Seperti yang disebutkan sebelumnya, salah satu faktor yang menjadi pemicu makin meningkatnya geliat e-commerce tanah air adalah bertambahnya jumlah pengguna internet. Penjualan perangkat mobile juga tumbuh pesat. Hal ini makin memperlebar celah bagi masyarakat untuk ikut menikmati layanan belanja online, baik melalui media sosial, marketplace, maupun toko online biasa.
• Makin majunya teknologi finansial. Teknologi finansial atau tekfin menjadi pemantik yang berperan cukup besar pada kemajuan e-commerce. Perusahaan-perusahaan ini menyediakan beragam pilihan pembayaran yang memudahkan masyarakat untuk berbelanja. Berdasarkan Juli 2018 dari Google, ada setidaknya 66% populasi masyarakat Indonesia yang tidak mendapatkan layanan bank (tidak punya rekening). Keberadaan perusahaan tekfin dengan layanan pembayaran online lewat aplikasi e-wallet maupun sistem kredit (paylater), makin memudahkan proses belanja online.
• Perusahaan e-commerce tanah air mendapat suntikan dana dari investor luar. Suburnya lahan e-commerce Indonesia membuat banyak investor melirik perusahaan-perusahaan lokal. Tahun 2017 lalu, Alibaba menggelontorkan dana investasi sebesar $1,1 miliar pada Tokopedia. Suntikan dana inilah yang kemudian mengangkat kelas Tokopedia menjadi perusahaan unicorn.
• Perusahaan-perusahaan mulai membangun online presence-nya. Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan belanja online memiliki hubungan simbiosis mutualisme dengan para pengusaha. Hal ini tampak dari makin gencarnya promosi maupun penjualan secara online yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan. Makin tinggi permintaan masyarakat terhadap beragam produk online juga memberi kesempatan kepada perusahaan-perusahaan untuk mulai memanfaatkan e-commerce dalam pemasaran produk mereka.

Dengan peluang yang besar ini, para produsen hanya perlu membaca pasar, termasuk tren dan kebiasaan konsumen, agar bisa mempersiapkan produk dan cara promosi yang sesuai. Lewat cara ini, pengusaha bisa melakukan pengelolaan dan pengembangan bisnis agar hasil penjualannya maksimal.

Tren E-Commerce Yang Layak Untuk Ditiru

Bagi Anda yang memanfaatkan e-commerce untuk berjualan, ada beberapa tren yang menanjak di tahun 2020 - 2021 ini. Simak beberapa di antaranya dalam list berikut untuk dijadikan sebagai referensi!

1. Tren Produk Ramah Lingkungan Beberapa tahun ke belakang kampanye untuk melindungi bumi dan lingkungan makin gencar dilakukan. Generasi muda dan para pencinta alam adalah beberapa kelompok penggiat produk eco-friendly yang dapat dengan mudah kita temukan. Langkah yang mereka lakukan untuk menyajikan produk ramah lingkungan cukup beragam. Ada yang membuat produk-produk dari sampah daur ulang atau dari bahan organik. Contoh itemnya antara lain tas dari plastik bekas kemasan kopi instan, piring dan peralatan makan dari kayu, sedotan kayu yang bisa dipakai ulang (reusable), dan lain sebagainya. Saat ini sebanyak 87% konsumen merasa lebih tertarik membeli barang dari produsen yang memberikan kontribusi positif pada lingkungan, baik alam maupun sosial. Hal ini membuka kesempatan bagi para pengusaha untuk menerapkan tren ramah lingkungan. Untuk mengurangi sampah plastik, para pedagang mulai menggunakan pembungkus biodegradable dari olahan singkong yang mudah hancur. Banish Skincare dan beberapa merek kosmetik lainnya juga memilih kaus kaki dan karton yang terbuat dari daun pisang sebagai pembungkus. Ini jauh lebih hemat dan lebih aman dibanding menggunakan bubble wrap biasa.
2. Cara Pembayaran Lebih Fleksibel Bagi para pengusaha yang menjual produk berharga tinggi, mencapai target penjualan yang diinginkan tentu terasa berat. Hal ini disebabkan karena banyak konsumen yang merasa terlalu berisiko jika membeli barang dengan harga mahal melalui e-commerce. Tren e-commerce yang memudahkan proses pembayaran ini adalah tersedianya opsi pembayaran dengan sistem mirip kartu kredit. Lewat layanan ini, pembeli bisa memilih skema pembayaran khusus yang akan membagi tagihan besar ini menjadi beberapa bagian kecil. Pembeli bisa membayarnya dengan sistem cicilan selama beberapa bulan. Selain memudahkan penjual mencapai target, layanan ini juga meringankan calon pembeli saat harus berbelanja barang dengan nilai yang besar. Layanan yang disediakan oleh perusahaan seperti OVO Paylater, Shopee Paylater (kini menjadi SPayLater), dan Go-Pay Later ini diketahui berhasil meningkatkan persentase penjualan hingga 30%.
3. Online Marketplace via Google Sebagian besar calon pembeli yang ingin berbelanja umumnya melakukan pencarian terlebih dahulu melalui Google dan mesin pencari lainnya. Kunjungan ini ada yang bersifat organik maupun nonorganik (melalui iklan berbayar). Integrasi antara e-commerce dengan Google Shopping akan memudahkan para penjual dengan menampilkan produk mereka pada halaman awal pencarian. Sebuah studi menemukan bahwa keberadaan Google Shopping sukses menaikkan tingkat konversi di e-commerce sebesar hampir 17%. Untuk melakukannya sangat mudah. Anda hanya tinggal mengunjungi Google Merchant Center dan mendaftarkan diri. Apabila toko Anda memenuhi persyaratan yang diminta, Anda hanya tinggal mengiklankan produk yang diinginkan.
4. Berkembangnya Layanan Ekspedisi Bagi e-commerce Indonesia, layanan pengiriman barang adalah tulang punggung sekaligus penggerak utama. Tanpa adanya layanan pengiriman mumpuni, barang yang ingin dijual tidak akan bisa sampai kepada pembeli dengan mudah. Makin banyaknya perusahaan penyedia jasa ekspedisi juga merupakan bukti pesatnya pertumbuhan e-commerce di tanah air. Layanan pengiriman yang dulunya hanya sampai ke kota besar, kini mulai merambah ke daerah-daerah yang lebih kecil. Perusahaan-perusahaan hanya tinggal memilih dengan cermat perusahaan mana yang ingin mereka gunakan. Cara lain yang juga menjadi tren tahun 2020 - 2021 ini adalah dengan menjaring pelanggan baru lewat promo potongan atau gratis ongkos kirim.
5. Populernya Customized Product Untuk memberikan sentuhan yang lebih personal pada setiap produknya, saat ini makin banyak perusahaan yang menyediakan sistem personalisasi. Penjual online mulai memanfaatkan fitur Q&A yang ada di media sosial untuk membuat produk yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing calon pembeli. Sektor yang paling banyak memanfaatkan tren ini adalah sektor kesehatan. Salah satu contohnya seperti yang dilakukan oleh brand Curology (bergerak di bidang skincare) dan Gainful (perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan dan nutrisi). Mereka menciptakan customized product yang setiap bahan-bahannya dapat disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan pemesan. Brand body care Native memanfaatkan fitur kuis interaktif yang memungkinkan calon pembeli ‘membuat’ sendiri sabun mandi atau deodoran dengan menggunakan aroma dan bahan yang mereka inginkan. Bagi Anda yang ingin berjualan melalui e-commerce, cara ini bisa ditiru untuk menjaring makin banyak konsumen.
6. Media Sosial Jadi Tempat Berbelanja Sebelum e-commerce menjadi populer seperti sekarang, media sosial merupakan platform yang cukup menjanjikan untuk dijadikan sebagai tempat jualan online. Bahkan sampai sekarang, ada beberapa kelompok calon pembeli yang justru lebih mudah dijangkau melalui media sosial. Media sosial juga bisa dimanfaatkan jika target pasar yang ingin Anda jangkau berada di kota yang sama karena peminat umumnya lebih menyukai pembayaran sistem COD (karena dianggap lebih tepercaya dibanding harus membayar via transfer). Saat ini, media sosial memiliki fungsi yang mirip dengan mesin pencari. Hal ini didukung dengan banyaknya brand dan perusahaan yang memosting produk mereka di media sosial baik lewat Facebook, Instagram, Twitter, dan lain sebagainya. Setelah mencari lewat media sosial, pembeli akan menemukan tautan yang membawa mereka ke produk yang mereka inginkan. Menyadari kebutuhan yang tinggi untuk berbelanja lewat media sosial, beberapa situs online marketplace menyiapkan fitur built-in embedded link. Tujuannya adalah agar para pedagang online bisa langsung menjual produk melalui halaman media sosial mereka. Adanya fitur ini memungkinkan pembeli yang melihat postingan produk Anda untuk langsung meng-klik bahkan melakukan pembelian. Langkah ini terbukti mampu mendorong pembelian impulsif karena orang yang melihat iklannya akan langsung berbelanja begitu mereka melihat iklannya.
7. Pengalaman Berbelanja yang Lebih Baik dengan Adanya AR dan VR Sejak dulu, masalah terbesar yang dihadapi oleh para pedagang online adalah kenyataan bahwa barang yang mereka jual tidak akan bisa dilihat langsung oleh calon pembeli. Jika biasanya pembeli bisa melihat, memegang, bahkan mencium barang yang mereka inginkan, saat melakukan pembelian online hal itu tidak mungkin untuk dilakukan. Pembeli barang-barang seperti parfum, perabotan rumah tangga, dan peralatan elektronik, umumnya lebih suka jika bisa melihat sebelum membeli. Untuk mengatasi hal ini, digunakanlah teknologi AR atau Augmented Reality dan VR atau Virtual Reality. Kedua teknologi ini memungkinkan calon pembeli melihat dengan lebih nyata bahkan mencoba barang yang akan dibeli secara virtual. Salah satu perusahaan yang sudah menerapkan teknologi ini adalah Warby Parker. Peritel kacamata asal Amerika Serikat itu memungkinkan customer mencoba kacamata yang hendak dibeli secara online sebelum melakukan pembayaran. Peritel lain yang juga melakukan langkah serupa adalah IKEA dan raksasa e-commerce Amerika Serikat, Amazon. Dengan teknologi ini, calon pembeli bahkan bisa ‘meletakkan’ perabotan yang hendak mereka beli secara virtual langsung ke rumah mereka sehingga bisa mendapatkan gambaran produk aslinya. Ini merupakan langkah peningkatan customer experience yang dijamin akan mendatangkan lebih banyak pelanggan untuk bisnis Anda.
8. Pembayaran Sistem COD yang Masih Jadi Andalan Walaupun e-commerce pada dasarnya ada untuk memudahkan transaksi, bagi sebagian orang sistem COD atau Cash on Delivery masih menjadi pilihan terbaik. Cara pembayaran di tempat saat barang sudah datang ini menjadi pilihan bagi mereka yang tidak punya rekening atau orang-orang yang masih belum terbiasa berbelanja online (orang-orang yang masih merasa khawatir dengan sistem pembayaran metode transfer). Bagi pembeli, sistem ini memang sangat memudahkan. Namun, bagi para penjual online, ada baiknya pertimbangkan keamanan dan faktor-faktor lain sebelum menerapkannya ke toko Anda.

Online Marketplace Terbaik di Indonesia dan Inovasi-Inovasi Mereka

Setiap tahunnya, tren e-commerce Indonesia terus berubah. Inovasi-inovasi yang diciptakan oleh platform jual beli elektronik berbasis internet ini menjadi faktor yang menentukan kesuksesan mereka. Lewat langkah-langkah baru yang mereka buat, para investor asing maupun dalam negeri makin yakin untuk menggelontorkan dana segar. Menurut data dari TrenAsia, per Agustus tahun 2020 ini, berikut nama-nama online marketplace Indonesia dengan performa terbaik. Simak selengkapnya dalam daftar berikut!

1. Shopee Platform e-commerce yang pertama kali beroperasi di Singapura lima tahun silam itu memang terus menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Bisnisnya yang merambah ke berbagai Asia Tenggara makin kuat berkat beraham inovasi yang mereka lakukan. Tidak heran jika rata-rata pengunjung aplikasi ini mencapai 93 juta. Kemudahan penggunaan aplikasi menjadikan Shopee sebagai pilihan utama para pedagang online maupun konsumen. Selain menyediakan beragam produk, Shopee juga kerap mengadakan promo menarik seperti Flash Sale, Super Deal, hingga diskon di momen-momen tertentu. Fitur menarik lain yang dimiliki Shopee adalah layanan inovatif dari Gamifications. Pengguna juga bisa memanfaatkan berbagai game interaktif seperti Shopee Tanam, Shopee Tangkap, Shopee Poly, dan lain sebagainya.
2. Tokopedia Didirikan oleh William Tanuwijaya, Tokopedia merupakan salah satu perusahaan e-commerce buatan anak negeri. Dengan jumlah kunjungan mencapai 86 juta perbulannya (berdasarkan data pada kuartal II-2020), Tokopedia memang tak boleh dipandang sebelah mata. Untuk menarik minat generasi muda termasuk milenial dan Gen X, Tokopedia bahkan rela membayar mahal public figure sebagai brand ambassador mereka. Salah satunya dengan menggunakan bintang populer asal Korea Selatan seperti BTS. Selama pandemi ini, Tokopedia juga terus meluncurkan beragam inovasi baru. Salah satunya adalah tersedianya fitur Quick Reply. Fitur ini memungkinkan pelapak untuk membalas pesan dari pembeli tanpa harus repot membuka aplikasi. Bagi penjual, adanya fitur Summary Sales and Order sangat memudahkan. Dengan layanan ini, Anda bisa melihat rekapitulasi penjualan, performa toko, sampai kendala apa saja yang dihadapi selama transaksi. Bagi pengguna, ada fitur Tokopedia Play yang memungkinkan pembeli ikut serta dalam live shopping di platform tersebut.
3. Bukalapak Dengan 35 juta pengguna aktif bulanan, Bukalapak juga merupakan situs e-commerce Indonesia asli. Perusahan yang saham utamanya dipegang oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk ini merupakan perusahaan di balik dompet digital populer, DANA. Selain dikenal karena menyediakan pilihan produk yang luas dengan sistem pembayaran tepercaya, Bukalapak juga kerap menghadirkan inovasi baru untuk para penggunanya. Yang terbaru adalah layanan Buka Pengadaan yang merupakan solusi bagi perusahaan, UMKM, dan pemerintah yang memerlukan layanan e-procurement. Adanya inovasi ini memungkinkan perusahaan melakukan pengadaan barang maupun proyek dengan cara yang lebih transparan dan minim kecurangan.
4. Lazada Berada di posisi keempat ada Lazada, perusahaan yang didirikan pada tahun 2012 silam oleh Rocket Internet bersama Pierre Poignant. Dengan jumlah kunjungan rata-rata 22 juta setiap bulan, Lazada sekarang menjadi bagian dari Alibaba setelah perusahaan milik Jack Ma itu memberikan suntikan dana segar sebesar Rp13,7 triliun. Dua tahun setelahnya, Alibaba kembali memberikan investasi tambahan sebesar Rp27,5 triliun. Ini makin mengokohkan perusahaan asal Tiongkok itu sebagai pemilik saham mayoritas. Tak mau kalah dengan e-commerce lainnya, Lazada juga kerap menciptakan beragam inovasi. Salah satu langkah yang pernah mereka lakukan adalah membuat gerakan #UpgradeUMKM. Dengan kampanye ini, mereka berharap bisa membawa lebih banyak pengusaha UMKM untuk menggunakan layanan e-commerce mereka.
5. Blibli Dengan total pengunjung bulanan mencapai 18,3 juta, Blibli yang merupakan perusahaan anak pemilik Djarum Group ini berada di posisi kelima. Dana sebesar $1 juta dolar per tahun yang digunakan untuk pengembangan e-commerce ini membuat Blibli berada di jajaran teratas bisnis online tanah air. Selama pandemi ini, Blibli meluncurkan beragam layanan baru. Sebagai satu-satunya e-commerce yang diajak bekerja sama oleh Kementerian Pertanian, Blibli membantu proses distribusi beras ke seluruh Indonesia. Mereka juga menyediakan platform khusus tempat para petani dapat langsung menjual hasil panen beras mereka kepada konsumen. Langkah yang dilakukan oleh Blibli ini berhasil mendatangkan keuntungan yang besar bagi perusahaan. Untuk kategori makanan segar saja, jumlah penjual di dalam platform naik sebanyak 4 kali lipat pada semester pertama 2020 ini.
Bagi Anda yang bergelut di dunia bisnis online, website eCommerce merupakan sesuatu yang wajib anda miliki untuk era pasar digital. Selain sebagai sarana promosi produk anda, kehadiran website menjadi nilai trust tersendiri bagi pengguna atau pelanggan anda agar brand produk atau jasa anda menjadi lebih dikenal. Fitur-fitur website eCommerce juga memiliki peranan penting sebagai daya pikat pengguna atau pelanggan anda, ini yang terkadang membuat proses scoping menjadi sedikit rumit dan panjang. Softwareseni hadir sebagai solusi bagi anda yang ingin membuat layanan eCommerce baik mobile app maupun web app. Softwareseni akan mendampingi anda untuk setiap proses dan goal, dari sistem yang akan dibuat. Mulai dari proses estimasi, scoping, designing, building, hingga adjustment untuk memastikan bahwa sistem yang anda akan terima, adalah sistem yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis anda. Softwareseni juga akan memberikan saran jika anda masih bingung dengan sistem yang anda akan bangun. Sebagai software house dengan standar internasional, Softwareseni juga berperan sebagai konsultan IT untuk membantu anda memecahkan isu-isu seperti itu. Dengan lebih dari 150 staf profesional, Softwareseni dapat membantu anda membangun sistem yang benar-benar anda butuhkan untuk kemajuan bisnis anda. Jadi, jangan ragu untuk berdiskusi bersama Softwareseni, jika anda memiliki kebutuhan sistem untuk kemajuan bisnis anda.

Hubungi Kami
Untuk info lebih lanjut

Ikuti PCP Express

  • PCP Express

  • Jl. Pulo Gadung no. 26
  • Kawasan Industri JIEP
  • Jakarta Timur 13930
  • +62 21 5088 8585